Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti

Tulisan ini adalah sekumpulan kabar setelah beberapa bulan tidak menulis di sini. Seperti biasa, prinsip saya adalah menulis karena butuh. Jadi hari ini, ketika tulisan ini sudah dipublikasikan dan dibaca oleh teman-teman, itu artinya saya sedang merasa butuh; butuh menulis dan membagikannya. Ada -+ 1800 kata yang tertulis di sini. Kalau merasa kepanjangan dan tidak sanggup membacanya, silakan klik close ya.

Btw, judul tulisan diambil dari lagu Banda Neira: Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti — sebuah lagu pengingat kalau segala sesuatu tidak pernah ada yang abadi, kecuali kebaikan.

Read More »

Surat Tulisan Tangan

Ungkapan bahasa cinta “receiving gift” punya saya, selalu ada di list terakhir. Memang, saya tidak antusias mendapat hadiah atau kado. Kalau saya mau sesuatu, saya pasti bilang. Tidak perlu di-ada-ada hanya karena peristiwa yang bisa jadi, tidak begitu penting.

Saya sudah melewati masa-masa dimana beli hadiah bareng temen-temen dekat yang kemudian akan gantian, nantinya mereka yang akan beli sesuatu untuk saya. Senang gak sih dapat hadiah? Ya senang. Tapi tidak selalu. Karena sudah melewati masa mendapatkan hadiah, kemudian tidak, kemudian dapat lagi, kemudian tidak lagi, membuat saya menjadi paham bahwa ternyata letak kesenangan dan memaknai hadiah yang didapat tidak begitu terasa buat saya. Dapat atau engga, ternyata sama saja. Semakin usia bertambah, memaknai perayaan akan suatu hal dan barang apa yang didapat menjadi semakin tidak berkesan. Gak ngerti, dah capek kali ya sama hidup 😛

Read More »

Normal Yang Baru

Sudah dua minggu saya di rumah karena kantor libur, dan hari ini kantor menambah jatah libur sampai dua minggu kedepan, alias sampai pertengahan April. Buat saya, bekerja dari rumah ini beban kerjaannya sedikit tapi melelahkannya lebih banyak. Mungkin karena ruang geraknya kecil, jadi kerasanya seperti punya energi banyak tapi tidak tersalurkan gitu. Hmm bentar, jadi saya anaknya banyak gerak apa gimana ya? Ya pokoknya, sebagai anak rumahan yang bosenan, mengurung diri di rumah seperti ini cukup menyiksa batin. Ceilah.

Read More »

Sebuah Kecukupan; Terima Kasih

Sejak 2017, ada satu orang yang saya kenal konsisten mengucap kalimat terima kasih.

Hari itu, pertama kalinya saya mendapatkan ucapan terima kasih dari beliau.

“Fasya, terima kasih sudah bersedia bantu kita di sini, selamat bergabung, kalau ada yang macem-macem, bilang sama saya ya.”

Sejak hari itu, saya percaya bahwa diri ini akan baik-baik saja memasuki sebuah dunia baru yang terlihat gelap di mata banyak orang. Tapi tidak buat saya, terang.

Read More »

Komunikasi dan Perilaku di Dalamnya

Saya sudah selesai baca buku Bicara itu Ada Seninya karya Oh Su Hyang. Tulisan ini bukan review buku tersebut, melainkan hanya ada beberapa paragraf di buku tersebut, yang akan saya bagikan sesuai dengan tema tulisan yang mau saya bahas. Yaitu, komunikasi.

Draft lama ini akhirnya sampai pada ujungnya: diposting!

Hahahahahaha, udah lama mau nulis tentang komunikasi. Soalnya agak gerah di beberapa bulan lalu karena urusan komunikasi ini. Tapi kalau tulisan tentang komunikasi ini selesai di beberapa bulan lalu, saya percaya pasti hasilnya cuma tulisan curhat doang – yang dirasa kurang bermanfaat buat yang baca. Ceilah emang tulisan yang ini ada manfaatnya wkwkwk ya gatau juga sih~ mari dicoba saja ya. Silahkan dibaca.

Read More »